Katabijak hmi. 20 Kata-kata Bijak Munir Said Thalib yang Penuh Perjuangan dan Keberanian. Pesan bijak itu mengingatkan bahwa Masa lalu berbicara kepada kita dalam ribuan suara peringatan dan penghiburan menjiwai dan menggerakkan untuk bertindak. Kata mutiara bijak singkat dapat membuat kamu merasa optimis.
BANDAACEH - Lina Fitria terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum atau formatur Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Aceh Besar melalui Musyawarah ke XIV yang di laksanakan di Universitas Serambi Mekkah, Kamis (5/8).Lina Fitria terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum atau formatur Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan
IniKata Kemendagri Kemendagri Sebut Achmad Marzuki Telah Pensiun Dari TNI. Beranda Headline HMI dan Kohati dalam Perjuangan Adalah Partner Yang Setara. HMI dan Kohati dalam Perjuangan Adalah Partner Yang Setara. admin. Selasa, 8 Maret 2022 1353 Dilihat. Imayati Kalean (Sekretaris Umum Kohati PB HMI)
Terkiniid, Sukabumi - HMI Komisariat STKIP BINA MUTIARA menyelenggarakan tasyakur milad Kohati korps HMI Wati ke-55, bertempat di Aula Kantor Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi pada hari Minggu 26 September 2021 beberapa hari lalu.. Kegiatan yang Bertemakan "Bakti Kohati Untuk Negeri" Diisi dengan berbagai kegiatan.
.
Pengertian Kohati KOHATI adalah singkatan dari Korps-HMI-Wati. KOHATI adalah badan khusus HMI yang bertugas membina, mengembangkan dan meningkatkan potensi HMI-Wati dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan. KOHATI adalah bidang keperempuanan di HMI setingkat. Waktu dan Tempat Kedudukan KOHATI didirikan pada tanggal 2 Jumadil Akhir 1386 H bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 M pada Kongers VIII di Solo. KOHATI berkedudukan di tempat kedudukan HMI. KOHATI merupakan salah satu badan khusus HMI, yang secara struktural pengurus KOHATI ex officio pimpinan HMI dengan diwakili oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan Ketua Bidang. KOHATI bersifat Semi-Otonom. Dalam operasionalisasi mekanisme organisasi, sifat semi-otonom ini mengandung arti bahwa KOHATI memiliki keleluasaan dan kewenangan dalam beraktivitas dan berkreativitas di dalam intern HMI, terutama dalam pembinaan potensi HMI di dalam wacana keperempuanan dalam mengembangkan kualitas kader HMI-Wati, baik dalam pengembangan wawasan maupun keterampilan yang sesuai dengan konstitusi HMI dan KOHATI yaitu AD dan ART HMI maupun Pedoman Dasar KOHATI serta kebijaksanaan umum HMI lainnya. Adapun dalam melakukan kegiatan yang bersifat luar ekstern HMI, KOHATI merupakan perpanjangan tangan HMI di semua tingkatan. Dengan kata lain kehadiran KOHATI pada aktivitas eksternal HMI merupakan pembawa misi perjuangan HMI. Oleh karenanya KOHATI harus senantiasa mengadakan koordinasi dengan HMI. KOHATI berperan sebagai Pencetak dan Pembina Muslimah Sejati untuk menegakkan dan mengembangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dan anggota KOHATI adalah HMI-Wati yang telah lulus Latihan Kader LK I Fungsi KOHATI berfungsi sebagai wadah peningkatan dan pengembangan potensi kader HMI dalam wacana dan dinamika keperempuanan. Di tingkat internal HMI, KOHATI berfungsi sebagai bidang keperempuanan. Di tingkat eksternal HMI, berfungsi sebagai organisasi perempuan. Tujuan KOHATI merumuskan tujuannya sebagai berikut “Terbinanya Muslimah yang berkualitas Insan Cita” dan “insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata ’ala”. Dengan rumusan tujuan ini KOHATI memposisikan dirinya sebagai bagian yang ingin mencapai tujuan HMI mencapai 5 kualitas insan cita tetapi berspesialisasi pada pembinaan anggota HMI-Wati untuk menjadi muslimah yang berkualitas insan cita. Sesuai dengan ide dasar pembentukannya, maka proses pembinaan di KOHATI ditujukan untuk peningkatan kualitas dan peranannya dalam wacana keperempuanan. Ini dimaksudkan bahwa aktifitas HMI-Wati tidak saja di KOHATI dan HMI, tetapi juga dalam masyarakat luas, terutama dalam merespon, mengantisipasi berbagai wacana keperempuanan. Dengan demikian, maka jelas bahwa tugas KOHATI adalah melakukan akselerasi pada pencapaian tujuan HMI. Untuk dapat menjalankan peranannya dengan baik, maka KOHATI harus membekali dirinya dengan meningkatkan kualitasnya sehingga anggota KOHATI memiliki watak dan kepribadian yang teguh, kemampuan intelektual, kemampuan profesional serta kemandirian dalam merespon, mengantisipasi berbagai wacana keperempuanan yang berkembang dalam masyarakat
KOHATI adalah kependekan dari Korps HMI Wati, kenapa dulunya bukan dibuat jadi himpunan HMI wati, kumpulan wanita HMI, atau bahkan kenapa bukan kelompok HMI wati ?. Jadi, kenapa menjadi Korp HMI wati, karena korps disini menjadi sebuah wadah untuk para kader HMI Wati dalam mengembangkan potensi kader HMI wati. Selain itu tujuannya adalah untuk men-setarakan gender antara HMI wan dan HMI wati. KOHATI didirikan pada tanggal 17 September 1966, didirikan di Surakarta oleh 7 Ayunda. Alasan didirikannya KOHATI dari faktor internal adalah karena para HMI wati pada jaman itu merasa tidak bisa mengembangkan potensi dari kader-kader HMI wati, sedangkan faktor eksternal yaitu pada jaman tersebut terbentuk gerakan dari perempuan yang berbasis komunis dan dirasa mengancam yakni GERWANI. Tujuan dari KOHATI sendiri adalah untuk “Mewujudkan Muslimah Yang Berkualitas Insan Cita”. Tidak lepas dari 4 tujuan seorang perempuan yakni menjadi Anak Putri, Istri, Ibu, dan Anggota Masyarakat. Salah satu pepatah “Perempuan adalah tiang Negara”, dari sini dapat kita telaah kenapa bisa sedemikian pentingnya perempuan ya karena perempuan yang baik akan melahirkan generasi yang baik pula. KOHATI bersifat badan semi otonom, dalam hal ini apa yang dilakukan oleh KOHATI harus tetap berpedoman kepada AD dan ART dari HMI itu sendiri. Selain itu, KOHATI bersifat ex-oficio dari HMI, artinya KOHATI memiliki Rangkap jabatan di HMI, maksudnya disini adalah formateur dari KOHATI otomatis menjadi Kabid PP di HMI.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Saya masih ingat betul kalimat bijak para pemateri ketika mengisi forum training Kohati 2 tahun yang lalu, misi daripada kohati sendiri adalah terbinanya muslimah berkualitas insan cita. Cita-cita demikian selaras dengan tujuan HMI, insan cita merupakan pencapaian yang memfokuskan pada kualitas sumber daya manusia sebagai seorang akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT. Karena keberadaan Kohati tidaklah terlepas dari tubuh HMI itu dari Koridor PerjuanganNamun, seiring berjalannya waktu banyak kader-kader HMI-Wati yang lupa akan khittah perjuangan dalam tubuh Kohati itu sendiri. Nilai-nilai filosofis tergantikan dengan sikap kader HMI-Wati yang kian pragmatis. Sebutan yang pas adalah "Makin tua, makin linglung"Perbincangan mengenai struktural kian dinikmati ketimbang memikirkan permasalahan-permasalahan realitas sosial yang menimpa perempuan di Indonesia. Saat ini kasus kekerasan seksual dari laporan data CATAHU 2020 yang merupakan catatan pendokumentasian berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani oleh berbagai lembaga negara, lembaga layanan maupun yang dilaporkan ke Komnas Perempuan sepanjang tahun 2019. Sebanyak 239 lembar formulir yang masuk atau 35% dari 672 lembar formulir yang diedarkan kepada lembaga-lembaga mitra maupun data pengaduan langsung ke Komnas Perempuan, dipetakan dan dihimpun, sehingga diperoleh data jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan juga anak perempuan serta rentang kekerasan yang kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari kasus bersumber dari data kasus/perkara yang ditangani Pengadilan Agama, kasus yang ditangani lembaga mitra pengadalayanan yang tersebar sepertiga provinsi di Indonesia dan 1419 kasus dari Unit Pelayanan dan Rujukan UPR, unit yang yang sengaja dibentuk oleh Komnas Perempuan untuk menerima pengaduan korban yang datang langsung maupun menelepon ke Komnas Perempuan. Dari 1419 pengaduan tersebut, merupakan kasus berbasis gender dan tidak berbasis gender 142 kasus. Data kekerasan yang dilaporkan mengalami peningkatan signifikan sepanjang lima tahun terakhir. catatan kasus tersebut seharusnya kader Kohati mampu merespon masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Karena tidak dipungkiri bahwa sebenarnya Kohati punya andil besar dalam menggerakkan massa. Hal tersebut, bisa jadi karena ketidak pekaan kader Kohati sebagaimana fungsinya adalah organisasi keperempuanan yang condong terhadap pembelaan hak-hak dan perlindungan bahasan teori gerakan feminisme modern, perempuan justru mengambil peran besar dalam menjaga kestabilan lingkungan, begitu lugasnya yang tertuang dalam teori Ekofeminisme yang sebenarnya perlu gencarkan oleh gerakan feminisme. Namun minimnya daya intelektual dan literasi yang minim, hampir tidak melihat gerakan kohati yang mengarah kepada keprihatinan terhadap pada landasan tersebut, Korps HMI-Wati harus mencoba menjawab persoalan perempuan hari ini dengan upaya-upaya pemberdayaan yang terus dijalankan, aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan mempersiapkan generasi terbaik bangsa Indonesia dengan kapasitas secara keintelektualan guna menjawab kebutuhan perempuan kekinian dan kebutuhan perempuan dimasa Suara untuk Pembelaan dan Perlindungan Hak-Hak korps HmI wati sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan berlandaskan Islam pun banyak ambil andil dalam dinamika kebangsaan. Salah satu faktor dibentuknya Kohati adalah turut serta mempertahankan NKRI dan ikut mewarnai gerakan perempuan yg bernuansa hijau hitam. Belum lagi beberapa tokoh perempuan hari ini yg tak lepas dari backgroundnya sebagai kader Kohati pun ikut serta dalam kemajuan bangsa dan semangat revolusioner kader HMI wati yang di pelopori oleh 7 perempuan tangguh pada masa itu semakin membawa angin segar bagi perjuangan gerakan perempuan. Membawa platform gerakan yang menitik beratkan pada peningkatan kualitas perempuan menjadi semangat organisasi ini menjadi bagian dari perubahan bangsa Indonesia. Terbentuknya badan Kohati selain untuk kebutuhan internal namun juga karena ada faktor tidak betul-betul ingin melupakan jasa para pendahulu yang sudah susah payah mendirikan badan Kohati sehingga resmi menjadi badan ex-officio berikut semangat dan tujuan mulianya. Akan tetapi amat sangat disayangkan bila para penerus lalu kemudian putus jalan tak tentu arah layaknya layang-layang putus, hingga terjerembab dan terjebak dalam praktik-praktik politis dan abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Sudah saatnya, kita saling bahu-membahu meneruskan semangat juang para pendahulu dengan berjejaring dengan organisasi perempuan lainnya, untuk sama-sama menyerukan hak-hak perempuan yang belum terpenuhi. Saya yakin jika perempuan bersatu, maka tidak akan terkalahkan. Saya begitu sepakat dengan ucapan temanku "Kita diibaratkan sapu lidi, jika ia berdiri sendiri maka lama kelamaan akan patah. Namun, jika sapu itu disatukan kemudian diikat, maka dia akan kuat menyapu bersih sampah yang ada di halaman rumah,"Dan selaras dengan tema peringatan hari lahirnya Kohati yang ke-54 ini dengan bunyi "Ikhtiar Kohati dalam membentuk generasi mandiri," kalimat ini begitu dalam jika betul-betul dimaknai dengan membaca arah gerak perempuan di era post modern saat Sebagai PenguatSebagaimana narasi di awal, bahwa adanya Kohati dalam tubuh HMI sebenarnya untuk memperluwes perjuangan HMI dalam menggapai cita-cita mulia HMI. Saling mengukuhkan, saling mengingatkan, saling mendorong kemudian saling menguatkan. Saya yakin, awal didirikannya Kohati bukan dijadikan rival daripada HMI, keduanya diciptakan harus selarasa, seirama, senasib dan kekuatan yang dimiliki oleh HMI harusnya organisasi Kohati lebih kuat daripada organisasi-organisasi perempuan lain yang tidak mempunyai partner dalam perjuangan. HMI dapat menyokong gerakan Kohati dengan support system yang dimiliki oleh HMI itu sendiri. Singkatnya Kohati kuat jika dengan HMI. Intelektualitas dan Kualitas Kader adalah PR Kita bersamaPembinaan perempuan dalam KOHATI diarahkan untuk dapat melaksanakan peran perempuan secara optimal sebagai anak, istri, ibu dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab dalam memperjuangakan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, keperempuanan dan tengah kondisi bangsa yang semakin carut marut dengan berbagai problematikanya, entah itu politik, ekonomi sampai pada persoalan kemanusiaan, tugas perempuan tidak hanya berupaya untuk menempati ruang-ruang publik yang secara mati-matian telah diperjuangkan. Di samping memperjuangkan akses ruang publik yang aman bagi perempuan. perjuangan perempuan harus pula diimbangi dengan peningkatan kualitas secara individu maupun meningkatkan daya literasi dan penguatan spiritual serta emosional adalah usaha yang perlu dilakukan oleh kader-kader Kohati. Dengan demikian keberadaan kader-kader Kohati akan selalu diakui dan menjadi peyeimbang Milad Kohati! Lihat Sosbud Selengkapnya
kata bijak kohati hmi